Pengelolaan Risiko: 3 Kategori Risiko (1)

Smart companies match their approach to the nature of the threats they face by Robert S. Kaplan and Anette Mikes.

Diadopsi dari Harvard Business Review, June 2012

Kaplan dan Mikes, membagi risiko dan pengelolaan risiko menjadi 3 kategori berdasarkan perilaku organisasi dalam melakukan identifikasi dan mengelola risiko, yaitu:

  1. Risiko internal
  2. Risiko strategis
  3. Risiko eksternal

Risiko internal merupakan risiko yang dari dalam internal organisasi dan tidak mempunyai nilai tambah pada pencapaian tujuan organisasi. Risiko ini dapat dikelola melalui penegakan aturan, nilai, dan standar kepatuhan. Sedangkan risiko strategis dan eksternal merupakan risiko yang mempunyai dampak pada pencapaian tujuan organisasi sehingga pengelolaan atas kedua risiko ini memerlukan proses yang lebih spesifik dan mendorong manajemen di organisasi untuk lebih terbuka berdiskusi dalam mengelola risiko dengan tetap memerhatikan segi biaya-manfaat pada saat akan menurunkan tingkat kemungkinan atau memitigasi dampak risikonya.

Bagaimana model pengendalian/kontrol, peranan fungsi manajemen risiko, dan hubungan keterkaitan fungsi manajemen risiko dengan unit bisnis lain bagi setiap kategori akan dibahas pada penulisan berikutnya.
DC

Hubungan Keterkaitan antara ERM (Enterprise Risk Management), BSC (Balance Scorecard), dan KPI (Key Performance Indicator)

Penerapan ERM harus dimulai dengan pemahaman hubungan keterkaitan antara risiko dengan tujuan yang hendak dicapai. Penyusunan tujuan organisasi bisa menggunakan berbagai pendekatan dan salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah pendekatan kartu skor berimbang (Balance Scorecard-BSC). ERM berkontribusi terhadap setiap target yang ditetapkan berdasarkan 4 perspektif BSC (pelanggan, proses internal, inovasi dan pembelajaran, serta keuangan) yang dituangkan lebih lanjut dalam bentuk KPI.

  • Proses identifikasi dan analisis risiko dilakukan terhadap setiap KPI berdasarkan 4 perspektif BSC.
  • Efektivitas rencana mitigasi digunakan manajemen untuk memantau tercapainya KPI.

dc|2011